<p><strong>DALUNG (22/05/2026)</strong> – Kegiatan Perayaan Hari Besar Keagamaan sukses diselenggarakan pada Rabu (15/4) bertempat di Balai Banjar Bhineka Nusa Kangin, Desa Dalung. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kebersamaan dan dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat serta tokoh penting di lingkungan Desa Dalung. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Tokoh Masyarakat Desa Dalung Dr. Drs. I Putu Parwata, M.K., M.M., Sekretaris Desa Dalung I Made Trimayasa, S.E., perwakilan Camat Kuta Utara melalui Kasi Trantib Kecamatan Kuta Utara Ketut Astina, Ketua BPD Dalung Drs. I Nyoman Waga, M.Si., Bendesa Adat Padang Luwih I Ketut Adi Ardana, S.E., Kelian Banjar Dinas Bhineka Nusa Kangin I Wayan Sarma, serta Kelian Banjar Dinas se-Desa Dalung. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh PKK Banjar Bhineka Nusa Kangin, Karang Taruna, tokoh agama, serta seluruh masyarakat setempat, dengan pengamanan dari Pecalang.</p> <p>Kegiatan ini tidak sekadar menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga menjelma sebagai ruang refleksi bersama yang mempererat persaudaraan, memperkokoh nilai toleransi, serta menyalakan semangat kebersamaan dalam keberagaman masyarakat.</p> <p>Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Desa Dalung, I Made Trimayasa, S.E., menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mendukung program pemerintah melalui kegiatan bank sampah. Ia mengajak seluruh warga untuk mulai memilah sampah organik, anorganik, dan residu sebagai langkah nyata menjaga kebersihan lingkungan. <strong>“Sampah bukan hanya menjadi masalah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi. Sampah plastik, kertas, maupun logam dapat ditukar menjadi rupiah jika dikelola dengan baik melalui bank sampah,” </strong>ungkapnya.</p> <p>Ia juga menambahkan bahwa kesadaran masyarakat dalam memilah sampah harus dimulai dari lingkungan terkecil, karena tanpa dukungan bersama, permasalahan sampah tidak akan terselesaikan. Melalui kebiasaan sederhana ini, masyarakat dapat berkontribusi mewujudkan Desa Dalung yang bersih, asri, dan bernilai ekonomi.Salah satu warga, Bu Nilam, mengaku telah merasakan manfaat dari program tersebut. <strong>“Sampah yang dulunya hanya menjadi limbah, sekarang bisa ditukar. Saya mengumpulkan bungkus-bungkus seperti masako hingga satu kantong besar selama satu sampai dua bulan. Dengan adanya program ini, saya merasa ikut berkontribusi menjaga kebersihan lingkungan desa dan banjar,”</strong> ujarnya.<br /> <br /> Hal senada juga disampaikan oleh warga lainnya, Pak Nyoman. <strong>“Ini solusi yang konkret dan bisa langsung dijalankan. Kalau ada waktu luang, saya pilah sampah yang organik saya jadikan pupuk, yang plastik saya bawa ke banjar saat ada bank sampah. Program ini bagus dan sangat membantu,”</strong> ungkapnya. Melalui imbauan ini, masyarakat diharapkan semakin sadar bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama. Dari langkah sederhana memilah sampah, tercipta lingkungan yang bersih sekaligus peluang ekonomi bagi masyarakat.</p> <p><br /> <strong>(KIMDLG-015).</strong></p>
Dari Sampah Jadi Rupiah, Himbauan Pilah Sampah Menggema di Br. Bhinus Kangin Dalung
22 May 2026